Patra Niaga Angkut BBM Pertamina ke Krayan Lewat Moda Udara Penuhi Kebutuhan Masyarakat di Wilayah 3T
Jakarta, 21 Februari 2026 — Tantangan geografis di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menjadikan pengiriman bahan bakar minyak (BBM) hanya dapat dilakukan melalui skema logistik multimoda dengan transportasi udara sebagai jalur utama. Akses darat yang terbatas dan kondisi wilayah perbatasan menjadikan pengangkutan udara sebagai solusi logistik yang sesuai untuk wilayah tersebut.
PT Patra Logistik sebagai perusahaan jasa logistik energi dan mitra transportir PT Pertamina Patra Niaga menjalankan pengangkutan BBM Pertamina menuju bandara perintis Krayan menggunakan pesawat kargo khusus.
Dalam skema ini, Patra Logistik berperan pada aspek transportasi dalam rantai pasok energi, memastikan BBM yang disediakan Pertamina dapat diangkut hingga titik distribusi tujuan di wilayah dengan keterbatasan akses.
Direktur Utama PT Patra Logistik, Yock Yorlando, menyampaikan bahwa pengangkutan BBM udara ke Krayan merupakan bagian dari layanan logistik energi perusahaan untuk wilayah dengan kondisi geografis terbatas.
“Wilayah Krayan memiliki keterbatasan akses transportasi darat sehingga pengangkutan BBM dilakukan melalui moda udara. Patra Logistik menjalankan fungsi transportasi tersebut sebagai bagian dari rantai pasok energi Pertamina,” ujar Yock.
Sepanjang tahun 2025, Patra Logistik telah melaksanakan pengangkutan BBM udara ke wilayah Krayan sebanyak 523 penerbangan (flight) dengan total volume mencapai 732 kiloliter.
Pengangkutan BBM udara ke Krayan dilakukan melalui proses logistik terintegrasi, mulai dari penyiapan kemasan sesuai standar penerbangan, proses loading, transportasi udara, hingga unloading di bandara perintis tujuan, dengan koordinasi bersama operator penerbangan dan PT Pertamina Patra Niaga.
Bagi masyarakat di Krayan, ketersediaan BBM sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari transportasi, layanan publik hingga kegiatan ekonomi lokal.
Dalam kondisi geografis dan cuaca yang dinamis di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), PT Pertamina Patra Niaga bersama PT Patra Logistik terus berupaya menjaga kelancaran pengiriman BBM agar tetap dapat menjangkau wilayah tujuan.
"Setiap pengangkutan BBM melalui udara ke wilayah 3T dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan, kondisi cuaca, serta faktor risiko operasional secara cermat", lanjut Yock.
Layanan transportasi udara tersebut merupakan bagian dari portofolio logistik energi PT Patra Logistik yang juga mencakup transportasi darat dan laut, pengelolaan gudang, serta pengelolaan persediaan BBM dalam mendukung distribusi energi Pertamina.