Simulasi Aksi Penanganan Keadaan Darurat FT Rewulu PT Patra Logistik
Yogyakarta, 4 Juni 2025 - Dalam upaya meningkatkan komitmen terhadap standar keselamatan operasional dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, PT Patra Logistik Regional Jawa Bagian Tengah menggelar Simulasi Penanganan Keadaan Darurat (PKD) di Jalan Wates Jogja Km 10 Argomulyo Bantul pada Rabu, (4/06/2025). Kegiatan simulasi ini merupakan bagian dari program Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) perusahaan, yang bertujuan meningkatkan kemampuan respons cepat dalam menghadapi insiden kecelakaan lalu lintas truk tangki BBM serta memastikan keselamatan awak mobil tangki dan masyarakat sekitar.
Simulasi diawali dengan adanya truk tangki BBM yang mengalami kebocoran karena kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan ceceran BBM mengalir keluar dari tangki. Tim respons dari tim HSSE Fuel Terminal Rewulu segera melakukan tindakan evakuasi dengan peralatan lengkap dan berupaya mencegah luberan BBM menyebar lebih luas. Tim FT Rewulu yang terdiri dari Incident Commander (IC), OSC, FOS, dan Emergency Support melakukan penanganan dengan mengaktifkan PKD Level 0.
IC mengerahkan OSC dan tim Emergency Support untuk melakukan tindakan pencegahan guna meminimalisir resiko aliran kebocoran BBM semakin meluas. OSC selaku penanggung jawab di TKP melakukan pelaporan dan update berkala kepada IC. Seiring dengan upaya penanganan yang dilakukan di lapangan, IC juga langsung melakukan respons cepat dengan menghubungi pihak eksternal seperti Polsek Gamping, Damkar Bantul dan RS PKU Muhammadiyah Gamping sebagai bagian dari prosedur koordinasi penanganan darurat.
Menurut Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Officer Regional Jawa Bagian Tengah PT Patra Logistik, Fariz Afrilianzah Akbar, “simulasi ini melibatkan tidak hanya kru internal Patra Logistik tetapi juga dengan pihak eksternal, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Damkar Bantul, Kepolisian Sektor Gamping, serta tim medis dari RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk memastikan penanganan yang komprehensif, mulai dari pemadaman kebakaran menggunakan busa (foam) dan bahan kimia kering, evakuasi korban, hingga sterilisasi area kejadian dari aktivitas lalu lintas dan masyarakat.”
Dengan mengelola sekitar 1.800 awak truk tangki BBM dan armada sekitar 800 unit di regional Jawa Bagian Tengah, perusahaan berkomitmen membekali seluruh awak mobil tangki dengan kemampuan penanganan kedaruratan dan koordinasi yang memadai guna menjamin keselamatan operasional dan pelayanan distribusi BBM yang berkelanjutan kepada masyarakat.