×

Berita Detail

Images

Patra Logistik Gelar Kick Off Implementasi Digital Travel Management 3.0

Jakarta, 8 Mei 2026 – PT Patra Logistik menggelar kick off implementasi Digital Travel Management (DTM) 3.0 Full CBT sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat digitalisasi proses kerja dan mendukung koordinasi operasional yang lebih efektif.

Kegiatan ini menjadi langkah awal implementasi sistem perjalanan dinas terintegrasi yang dirancang untuk mempermudah proses administrasi, mulai dari pengajuan, persetujuan, hingga monitoring perjalanan dinas secara real-time. Melalui sistem tersebut, perusahaan juga mendorong proses kerja yang lebih cepat, efisien, dan paperless.

Sebagai perusahaan yang memiliki aktivitas operasional di berbagai wilayah Indonesia, PT Patra Logistik memandang digitalisasi proses kerja menjadi bagian penting dalam mendukung koordinasi dan mobilitas pekerjaan yang semakin dinamis.

VP Shared Services Human Capital Shared Services Pertamina, Puput Widha Ardhana, mengatakan bahwa digitalisasi layanan internal menjadi langkah penting dalam membangun proses kerja yang lebih efektif dan adaptif.

“Digitalisasi bukan hanya tentang perubahan sistem, tetapi juga bagaimana perusahaan dapat bekerja lebih cepat, praktis, dan terintegrasi agar aktivitas operasional dapat berjalan lebih efektif. Kami sangat mengapresiasi inisiatif Patra Logistik untuk terus melakukan digitalisasi secara terintegrasi,” ujarnya.

Direktur Utama PT Patra Logistik menilai implementasi DTM 3.0 Full CBT menjadi bagian dari penguatan ekosistem digital perusahaan yang telah berjalan sebelumnya.

“Implementasi DTM 3.0 Full CBT melengkapi berbagai sistem digital yang telah digunakan sebelumnya seperti P-Office dan iVendor. Dengan semakin optimalnya utilisasi digitalisasi di lingkungan Pertamina Group, kami berharap Patra Logistik dapat menjadi perusahaan yang lebih agile, adaptif, dan semakin siap menghadapi dinamika bisnis ke depan,” ujarnya.

Melalui implementasi sistem ini, PT Patra Logistik berharap proses kerja dan koordinasi internal perusahaan dapat berjalan lebih terintegrasi serta mendukung budaya kerja yang lebih modern dan kolaboratif di lingkungan perusahaan.