×

Berita Detail

Images

Patra Logistik Implementasikan RFID Card Pengisian BBM Mobil Tangki, Perkuat Keandalan Distribusi Energi di Kalimantan

Samarinda, 12 Juni 2026 — PT Patra Logistik (Patlog) resmi mengimplementasikan sistem RFID Card Pengisian BBM Own Use Mobil Tangki di wilayah Samarinda sebagai bagian dari transformasi digital operasional armada distribusi energi. Sistem yang mulai go live pada Juni 2026 ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan akurasi, transparansi, dan efisiensi pengelolaan BBM operasional armada, sekaligus memperkuat keandalan distribusi energi yang mendukung aktivitas masyarakat, dunia usaha, dan sektor industri di Kalimantan.

Implementasi RFID saat ini mencakup 7 unit armada Mobil Tangki, terdiri atas 6 unit Mobil Tangki berkapasitas 16 KL dan 1 unit Mobil Tangki berkapasitas 8 KL yang beroperasi di wilayah Samarinda. Armada tersebut secara konsisten mendukung aktivitas distribusi energi dengan nilai transaksi operasional BBM mencapai sekitar Rp1,1 miliar per bulan, sehingga membutuhkan sistem pengelolaan yang lebih akurat dan terintegrasi guna memastikan setiap proses berjalan efektif, tepat sasaran, dan terdokumentasi dengan baik.

Implementasi RFID saat ini mencakup 7 unit armada Mobil Tangki, terdiri atas 6 unit Mobil Tangki berkapasitas 16 KL dan 1 unit Mobil Tangki berkapasitas 8 KL yang beroperasi di wilayah Samarinda. Armada tersebut secara konsisten mendukung aktivitas distribusi energi dengan nilai transaksi operasional BBM mencapai sekitar Rp1,1 miliar per bulan, sehingga membutuhkan sistem pengelolaan yang lebih akurat dan terintegrasi guna memastikan setiap proses berjalan efektif, tepat sasaran, dan terdokumentasi dengan baik.

Bagi masyarakat, distribusi energi mungkin terlihat sederhana ketika BBM tersedia tepat waktu dan aktivitas ekonomi berjalan normal. Namun di balik itu terdapat proses operasional yang kompleks, mulai dari pengelolaan armada, pengendalian penggunaan BBM operasional, hingga monitoring distribusi yang harus dilakukan secara presisi. Karena itu, digitalisasi melalui RFID menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat tata kelola operasional yang lebih modern dan berbasis data.

Sebelum implementasi RFID, pencatatan penggunaan BBM operasional armada masih dilakukan melalui mekanisme administrasi yang membutuhkan proses verifikasi lebih panjang sehingga informasi operasional tidak dapat diperoleh secara cepat dan real-time. Melalui sistem RFID, proses tersebut kini menjadi lebih terintegrasi dengan berbagai manfaat, antara lain memastikan penggunaan BBM lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan operasional, meningkatkan transparansi pencatatan transaksi yang dapat dimonitor secara digital, serta memperkuat fungsi monitoring melalui sistem berbasis web yang memungkinkan pengawasan dilakukan secara lebih cepat dan akurat.

Implementasi ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Patra Logistik dan PT Pertamina Retail. Dalam skema tersebut, PT Patra Logistik berperan sebagai operator distribusi energi yang mengelola pengisian BBM operasional armada serta memastikan pelayanan kepada pelanggan berjalan tepat waktu dan tepat mutu. Sementara itu, PT Pertamina Retail menyediakan sistem monitoring dan pencatatan digital yang memungkinkan setiap transaksi pembelian BBM armada tercatat secara otomatis, transparan, dan dapat ditelusuri dengan lebih mudah. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat pengendalian operasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan distribusi energi secara keseluruhan.

Area Manager Region Kalimantan PT Patra Logistik, Soleh Ridwan, mengatakan bahwa transformasi digital menjadi salah satu kunci dalam menjaga keandalan distribusi energi di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi dan pembangunan di Kalimantan. Menurutnya, kualitas layanan distribusi energi tidak hanya ditentukan oleh jumlah armada yang beroperasi, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan dalam membangun sistem yang mendukung operasional secara efektif dan terukur.

"Melalui implementasi RFID ini, kami ingin memastikan setiap proses pengelolaan BBM operasional armada berjalan lebih akurat, transparan, dan mudah dimonitor. Dengan dukungan sistem digital, perusahaan dapat memperkuat pengendalian operasional sekaligus meningkatkan efektivitas layanan distribusi energi kepada pelanggan. Pada akhirnya, langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjaga keandalan pasokan energi yang mendukung aktivitas masyarakat dan dunia usaha," ujar Soleh.

Sementara itu, Area Manager Commrel & CSR Regional Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur PT Pertamina Retail, Edi Mangun, menyampaikan bahwa pemanfaatan RFID menunjukkan bagaimana teknologi dapat memberikan manfaat nyata bagi operasional distribusi energi. Menurutnya, digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi proses, tetapi juga memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan transaksi operasional.

"Melalui sistem RFID, proses pengisian BBM armada menjadi lebih terdokumentasi, mudah dipantau, dan memiliki tingkat akurasi yang lebih baik dibandingkan proses manual. Hal ini membantu menciptakan sistem operasional yang lebih transparan sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang lebih cepat dan tepat," jelas Edi.

Ke depan, PT Patra Logistik akan terus memperkuat implementasi digitalisasi operasional di berbagai wilayah kerja sebagai bagian dari upaya membangun sistem distribusi energi yang semakin aman, andal, efisien, dan berkelanjutan. Sebagai perusahaan yang berperan dalam mendukung rantai distribusi energi nasional, Patlog berkomitmen menghadirkan inovasi yang tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, tetapi juga memastikan energi dapat terus bergerak tanpa hambatan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kehidupan masyarakat Indonesia.