Tanjung Pinang, 5 Mei 2026 - Kelancaran penerbangan di Bandara Raja Haji Fisabilillah tidak terlepas dari ketersediaan pasokan avtur yang andal. Untuk mendukung operasional penerbangan di wilayah tersebut, PT Patra Logistik menyalurkan sekitar 1.540 kilo liter (KL) avtur melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Raja Haji Fisabilillah selama periode Januari hingga Maret 2026.
Penyaluran ini mendukung kelancaran operasional penerbangan penumpang, kargo, hingga penerbangan militer di wilayah tersebut, seiring dengan kebutuhan mobilitas udara yang tetap terjaga di kawasan kepulauan. Secara operasional, penyaluran avtur di Aviation Fuel Terminal (AFT) Raja Haji Fisabilillah tercatat rata-rata 10–15 KL per hari. Layanan ini mencakup maskapai komersial seperti Batik Air, Citilink, dan Susi Air, serta penerbangan kargo dan operasional lainnya termasuk dukungan untuk TNI AL.
Dalam mendukung distribusi tersebut, Patra Logistik menjalankan proses mulai dari penerimaan avtur dari Fuel Terminal (FT) Kijang menuju AFT Raja Haji Fisabilillah menggunakan armada bridger berkapasitas 16 KL. Selanjutnya, avtur disimpan pada fasilitas tangki sebelum disalurkan langsung ke pesawat melalui armada refueler.
Dalam mendukung distribusi tersebut, Patra Logistik menjalankan proses secara end-to-end, mulai dari penerimaan avtur dari Fuel Terminal (FT) Kijang menuju AFT Raja Haji Fisabilillah dengan jarak tempuh sekitar 15 kilometer menggunakan armada bridger berkapasitas 16 KL, kemudian disimpan pada fasilitas tangki berkapasitas total 92 KL sebelum disalurkan langsung ke pesawat melalui armada refueler.
Keandalan operasional ini turut didukung oleh capaian kinerja AFT Raja Haji Fisabilillah yang meraih predikat “satisfactory” dalam Aviation Audit Score & Closing Performance 2025. Capaian ini mencerminkan pengelolaan fasilitas dan distribusi energi yang berjalan sesuai standar keselamatan dan operasional.
Area Manager Patra Logistik Sumatera Bagian Utara, Desfianto Fachruddin, menyampaikan bahwa keandalan distribusi menjadi faktor penting dalam mendukung operasional penerbangan.
“Ketersediaan avtur menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional penerbangan, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki mobilitas udara cukup tinggi. Karena itu, kami memastikan setiap proses distribusi berjalan aman dan tepat waktu agar kebutuhan operasional penerbangan dapat tetap terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
Sebagai bagian dari dukungan operasional aviasi, Patra Logistik bersama Pertamina Patra Niaga menjalankan pengelolaan Aviation Fuel Terminal (AFT) melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO). Patra Logistik juga menjalankan dukungan operasional AFT, termasuk perawatan armada refueller dan pengelolaan Tyre Management.
Saat ini, total pengelolaan operasional Aviation Fuel Terminal yang dijalankan Patra Logistik tersebar di sebelas area. Ke depan, Patra Logistik akan terus menjaga keandalan distribusi energi dengan mengutamakan aspek keselamatan dan kualitas layanan, guna mendukung konektivitas serta aktivitas ekonomi di wilayah operasional strategis.